107.7 FM Radio Budi Luhur Logo Mini

POP CULTURE

No Na Hadirkan “Honk!”, Bawa “Om Telolet Om” ke Panggung Internasional

No Na Hadirkan “Honk!”, Bawa “Om Telolet Om” ke Panggung Internasional

Girl group Indonesia besutan 88rising, No Na, kembali mencuri perhatian lewat single terbaru mereka, “Honk!”, yang resmi dirilis pada Jumat, 31 Juli 2026. Kehadiran lagu ini menjadi comeback No Na setelah sebelumnya memperkenalkan warna musik mereka melalui “Work” dan “Rollerblade”.

Berbeda dari rilisan sebelumnya, “Honk!” tampil dengan konsep yang lebih berani dengan memadukan nuansa pop modern, estetika Y2K, serta berbagai elemen budaya Indonesia. Melalui pendekatan tersebut, Christy, Esther, Baila, dan Shaz tidak hanya menawarkan musik yang enerjik, tetapi juga membawa identitas lokal ke dalam karya yang ditujukan untuk pendengar internasional.

Antusiasme terhadap rilisan terbaru ini pun terlihat dari respons penggemar. Belum genap sepekan sejak dirilis, video musik “Honk!” telah menembus angka 1 juta penonton di YouTube. Pencapaian tersebut menjadi salah satu tanda bahwa musik No Na semakin mendapatkan perhatian, tidak hanya dari pendengar Indonesia, tetapi juga dari penggemar di berbagai negara.

Membawa Nuansa Indonesia Lewat Visual dan Lirik

Identitas Indonesia dalam “Honk!” tidak hanya terasa melalui musiknya, tetapi juga menjadi bagian penting dari konsep video musik. Sejak awal video, No Na tampil menaiki sebuah bus bertuliskan “NO NA” dengan rute Sabang–Merauke, yang menggambarkan perjalanan melintasi berbagai penjuru Nusantara.

Nuansa lokal kemudian semakin terasa melalui berbagai adegan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Keempat anggota No Na terlihat bersantai di warung, menikmati suasana jalanan kota, hingga menampilkan koreografi di depan angkot.

Unsur Indonesia juga turut diselipkan ke dalam lirik lagu. Meskipun sebagian besar menggunakan bahasa Inggris, No Na memasukkan sejumlah istilah yang familiar bagi masyarakat Indonesia, seperti “angkot”, “kakak-adek”, serta frasa “Sabang sampai Merauke”.

Penggunaan berbagai elemen tersebut membuat “Honk!” tidak sekadar menjadi lagu pop dengan sentuhan budaya Indonesia. Lagu ini juga menjadi cara No Na memperkenalkan berbagai simbol dan kebiasaan yang lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia kepada audiens yang lebih luas.

“Om Telolet Om” Jadi Inspirasi Utama

Di balik konsep “Honk!”, terdapat satu fenomena khas Indonesia yang menjadi sumber inspirasi utama, yaitu “Om Telolet Om”. Fenomena yang sempat viral pada 2016 tersebut bermula dari kebiasaan anak-anak di pinggir jalan yang meminta sopir bus membunyikan klakson dengan suara khas “telolet”.

Tren tersebut kemudian menyebar luas melalui media sosial dan bahkan menarik perhatian masyarakat dari berbagai negara. Kini, hampir satu dekade kemudian, fenomena tersebut kembali dihidupkan oleh No Na dalam kemasan musik pop yang ceria dan enerjik.

Menariknya, No Na juga menghadirkan kejutan melalui keterlibatan rapper Indonesia yang telah dikenal di kancah internasional, Rich Brian. Namun, kontribusinya dalam “Honk!” bukan berupa verse rap seperti yang mungkin diperkirakan banyak pendengar.

Rich Brian justru hadir sebagai pengisi latar vokal dengan meneriakkan frasa ikonik “Om Telolet Om”, memberikan sentuhan humor sekaligus memperkuat konsep utama lagu.

“Honk!” Jadi Bagian dari Album Perdana “Island Girl”

Perilisan “Honk!” juga menjadi bagian penting dari perjalanan karier No Na. Bersamaan dengan peluncuran single tersebut, 88rising mengumumkan album studio perdana No Na yang bertajuk “Island Girl”.

Album tersebut dijadwalkan meluncur pada 18 September 2026 dan menjadi langkah besar bagi No Na untuk memperluas identitas mereka di industri musik internasional.

Sebelumnya, No Na telah menarik perhatian melalui “Work”, yang mengangkat semangat kerja keras dan mengejar mimpi, serta “Rollerblade” yang turut viral berkat lirik ikonik “Udah siap belum?” di berbagai platform media sosial.

Kini, melalui “Honk!”, No Na kembali menunjukkan arah musikal mereka yang semakin kuat. Dengan menggabungkan pop modern, visual Y2K, serta berbagai elemen budaya Indonesia, mereka berhasil menciptakan karya yang terasa dekat dengan identitas lokal sekaligus tetap relevan bagi pendengar global.

Bukan sekadar comeback, “Honk!” menjadi bukti bahwa budaya populer Indonesia dapat dikemas secara kreatif dan dibawa ke panggung musik internasional tanpa kehilangan karakter aslinya.

Share this:

Bagikan Artikel Ini

Salin tautan di bawah ini untuk membagikan kepada teman-teman kampusmu:

Related