Indische Party, Flower Girls, Dan David Tarigan Menampilkan Rock & Roll Khas Indonesia Ke Publik Eropa

Radiobudiluhur.com – Europalia festival seni internasional yang diselenggarakan di Brussel dan Inggris, tahun ini Negara bhinneka tunggal ika, Indonesia menjadi tuan rumah. Dengan banyaknya perbedaan dan keberagaman budaya dalam satu Negara kepulauan, Indonesia menjadi Negara keempat yang terpilih di Asia, dan pertama di Asia Tenggara. Acara yang diadakan selama 4 bulan dari 10 Oktober 2017 – 21 Januari 2018 menampilkan kesenian dalam bentuk tradisi, kontemporer, kreasi baru, dan kolaborasi.

 

 

Kesenian kontemporer Indonesia dipamerkan dengan kehadiran Indische Party, Flower Girls, dan David Taringan dengan bermain dalam tema “60’s & 70’s Indonesian Rock N’ Roll Night” di London dan Brussel. Antusias penonton baik dari komunitas diaspora maupun orang – orang yang berasal dari Negara – Negara lain sangatlah meriah. Pertama – tama, pertunjukan diadakan di Rich Mix, yang bertempat di Bethnal Green Road, London, pada 20 Oktober. Dengan kehadiran penonton sebanyak 100 orang yang memadati venue kecil, suasana intim pun terbentuk dan juga respon penonton yang apresiatif. Saat itu banyak diaspora Indonesia yang datang untuk memeriahkan acara sekaligus melepas rindu akan rumah, dan membuat acara terasa seperti di gigs di Indonesia.

 

 

Hari berikutnya, Indische Party, Flower Girls, dan David Taringan bersiap lagi untuk memainkan musik – musiknya di Brussel, Belgium. Lokasi mereka bermain pun tak kalah unik yaitu di Les Brigittines, sebuah gereja tua berumur lebih dari 300 tahun yang disulap menjadi lokasi pertunjukkan musik. Konser yang diadakan pada 21 Oktober, tepat pada sabtu malam memiliki penonton yang lebih variatif dibandingkan saat di London dan sangat sedikit WNI yang hadir. Lebih dari 500 orang memadati konser kontemporer Rock n Roll Indonesia yang berasal dari Italia, Austria, bahkan Negara yang berada di benua Amerika yaitu Brazil.

Respon yang diterima pun luar biasa diluar dugaan, meski tidak mengerti bahasa Indonesia yang kebanyakan berada pada lirik – lirik band – band, dan solois tersebut, terutama Flower Girls yang merupakan tribute dari Dara Puspita kemudian liriknya 90% berbahasa Indonesia tetapi mereka berdansa sejak lagu pertama sampai akhir, bahkan meminta encore. Seusai tampil banyak dari penonton yang menghampiri dan menyampaikan bahwa mereka tak menyangka ada musik seperti ini di Indonesia karena mereka mengira bahwa Indonesia adalah Negara yang konservatif layaknya diberitakan di media.

Kesan – kesan yang dirasakan juga tak terlupakan, seperti yang dirasakan oleh Japs Shadiq, vokalis Indische Party yaitu, “Kami semua bahagia. Berpindah empat negara dalam waktu dua minggu (Indische Party sebelumnya juga melakukan tur ke Malaysia), tak pernah terbesit sama sekali dalam pikiran kami untuk bisa melakukan ini. Kami menyangka rekaman di Abbey Road Studios adalah pencapaian tertinggi, tetapi bisa menjalani tur ini dan melihat respon penonton begitu antusias, kami menjadi penasaran dengan apa yang akan terjadi berikutnya,” ujarnya. Sedangkan Yuyi Trirachma, bassist dan vokalis Flower Girls mengatakan, “Kaget pertama kali diminta oleh penyelenggara untuk membuat sebuah band tribute untuk Dara Puspita. Bangga, haru, excited, takut, semua campur aduk. Tetapi semua terbayar dengan seluruh suka ria perjalanan dan acara yang seru, ditambah dengan suportifnya pendukung acara, penyelenggara, kurator, sound engineer, security, hingga penonton, itu semua membawa kesan tersendiri yang melekat hingga kami pulang ke Jakarta”, terangnya.

 

Kemudian secara detail pengisi acara yaitu Indische Party terbentuk di Institut Kesenian Jakarta pada 2011, Indische Party telah melepas album penuh perdana Indische Party (2013), album mini On Vacation (2016) yang direkam di studio legendaris Abbey Road, London, Inggris, studio rekaman yang pernah dipakai juga oleh The Beatles dan album penuh kedua Analog (2016). Sedangkan Flower Girls, band tribute untuk Dara Puspita, ke empat wanita ini dibentuk khusus untuk program Europalia. Dikuratori oleh Ubiet Raseuki dari Europalia dan David Tarigan sebagai konseptor, Flower Girls terdiri dari Yuyi Trirachma (bas dan vokal), Tika Pramesti (drum dan vokal), Tanya Ditaputri (gitar dan vokal), dan Rika Putrianjani (gitar dan vokal).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *