Pemuda Bangsa Indonesia Dalam Kemerdekaan dan Kemajuan Negara Rayuan Pulau Kelapa

Radiobudiluhur.com – Jakarta, Pemuda Bangsa Indonesia dalam negeri rayuan kepala merupakan harapan bagi segenap Bangsa. Rayuan pulau kelapa yang amat subur sebait lirik dari lagu Ismail Marzuki memang sangat menggambarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari lagu tersebut tak heran mengapa kolonialisme bertahan begitu lama dengan kelimpahan alam yang dieskploitasi.

Sumber : bio.com

Sudah 73 tahun Indonesia merdeka. Kata merdeka sendiri dalam pidato Sang Proklamator, Sukarno pada HUT RI 1965, yaitu “Berdikari,” Berdiri di atas kaki sendiri dalam berdaulat dibidang politik, ekonomi, dan kebudayaan. Dengan begitu kemerdekaan Indonesia adalah kebebasan dalam mengatur urusan dalam dan luar negerinya tanpa di atur atau dieksploitasi berlebihan oleh pihak asing.

Perjuangan Pemuda Bangsa Indonesia

Negara rayuan pulau kelapa dengan kekayaan yang melimpah tidak bisa sampai pada titik saat ini tanpa tumpah darah, harapan, dan semangat dari pemuda – pemudinya. Buku – buku sejarah tak pernah melewatkan bagaimana perjuangan putra – putri harapan bangsa dalam mendorong terlaksananya Proklamasi pada 17 Agustus 1945.

Sumber : Kompas

Negara seperti Cina, Jepang, Denmark, dan masih banyak lagi mendorong warganya untuk memiliki keturunan sebab generasi muda adalah generasi selanjutnya untuk perkembangan dan kemajuan bangsa. Sejak dulu saja telah dibuktikan kita berada dititik sekarang dengan perjuangan putra – putri bangsa. Namun, sebagai pemuda dan pemudi masa kini, perjuangan yang dilakukan untuk negeri pastilah berbeda mengikuti zaman.

Pemuda Bangsa Indonesia Pasca Kemerdekaan

Milennial dan Centennial generasi muda pada abad 21 adalah pengganti pemuda – pemudi zaman pra dan pasca kemerdekaan. Perkembangan dan kemajuan teknologi, perdagangan bebas, globalisasi, dan masih banyak lagi merupakan makanan sehari – hari generasi ini atau bisa dibilang generasi kita. Oleh karena itu kira – kira apa saja kontribusi yang dapat kita lakukan untuk berperan dalam perkembangan kemajuan negeri.

Sumber : Lontara Duta Damai

Bambu runcing digantikan oleh kayu runcing berujung hitam yang ditoreskan dikertas putih ataupun tabung besi kecil bertinta adalah senjata anak muda masa kini. Kedua senjata itu yang tak asing lagi bagi kita, yaitu pensil dan pulpen bahkan dengan kemajuan teknologi senjata tersebut bisa digantikan oleh mesin penunjang seperti laptop, handphone, dan sejenisnya. Nah, dalam menggunakan senjata pastinya harus memiliki kelihaian dan kemampuan dari benda itu sendiri. Oleh karena itu latihan dalam penggunaanya memang diharuskan agar menang dalam peperangan.

Sumber : Kumparan

Latihan pun banyak media yang dipakai namun media pemuda bangsa indonesia abad 21 tentu berbeda. Banyak yang bilang buku adalah bagian dari latihan tersebut tetapi dengan warna – warni karakter putra – putri bangsa tidaklah wajar jika hanya cukup menekankan buku adalah sarana mereka belajar untuk membangun negeri. Buku memang medium pelatihan yang sangat baik tetapi bersosialisasi dengan komunitas positif, menekuni hobi, membuka usaha adalah salah satu media latihan dalam menggunakan senjata tersebut untuk membangun negeri.

Pesan untuk para Pemuda Bangsa Indonesia

Jadi, dalam berkontribusi untuk Indonesia maju sebagai generasi muda, saat ini adalah menjadi dirimu sendiri dan tak lupa untuk membuat diri dikelilingi oleh orang – orang positif yang membawa kebaikan. Kemudian, berlomba – lomba untuk menjadi yang terbaik. Tak lupa pula untuk mengejar mimpi karena mimpi kamu menjadi orang sukses pastinya membantu tingkat perkembangan ekonomi Indonesia.