Buat kalian yang ngga sempet datang di hari kedua Java Soulnation Festival (JSF) 2012 Sabtu 29 September kemarin, tenang aja, karena disini gue bakal merekapitulasi acara keren yang diselenggarakan oleh LA LIGHTS.

Sore yang panas, namun Aldisyah Marandry Latuihamallo, sebut saja Aldisyah, sudah menemani kami semua di Wonderful Indonesia Stage dengan lantunan musik bernuansa pop dengan sedikit sentuhan jazz dan R&B. Baru-baru ini, Aldisyah telah merilis solo album perdananya “Kacamata” dibawah bendera Green Music Foundation. Sebelumnya, dia juga udah berpartisipasi dalam album kompilasi Jazz Goes to Campus’ 2007.

Aldisyah – Wonderful Indonesia Stage

Di waktu yang sama, band rock-funk asal Jakarta, Stereocase meriahkan panggung Indosat. Band yang terdiri oleh empat lelaki, yaitu Fadli Rezasyah (Vocals), Rifqi ‘iQif’ Fuad (Drums), Richard V. Emanuel (Guitar), Doni Garna (Bass) sudah beberapa kali tampil di panggung acara-acara bergengsi seperti Java Jazz Festival dan Java Rockin’Land. Tahun ini, di panggung Java Soulnation, Stereocase berkolaborasi dengan beberapa artis, salah satunya, Bayu Risa!

Stereocase feat. Bayu Risa

Sekitar pukul 17.45, Dewi Sandra, Ron dan Wizzow Batik Tribe meramaikan panggung mereka masing masing dan disambut oleh teriakan dan kehebohan dari para penonton. Setelah sekian lama tidak manggung, Dewi Sandra tampil kembali di LA LIGHTS Main Stage dengan tampilan penuh semangat. Sang diva pun berduet bareng Mike Mohede. “Ambon lagi, Ambon lagi,” ujar Dewi tertawa. “Tapi kali ini sih Betawi,” katanya menyindir suami Dewi sekarang, Agus Rachman. Beberapa kali Dewi curhat di atas panggung yang disambut dengan tawa oleh para penonton.

Dewi Sandra at LA Main Stage

Dalam aksinya yang berlangsung di Main Stage, Dewi tak hanya membawakan lagu-lagu dari album solonya. Penonton dihibur beberapa lagu yang dipopulerkan oleh penyanyi dunia seperti Justin Timberlake “Senorita”, Janet Jackson “Gone Till It’s Gone”, Carly Rae Jepsen, dan Beyonce.

Kembali memenuhi area Indosat Stage, menanti band internasional asal Belanda. Dengan menampilkan Jesse dan Kay Nambiar (Guitars), Xander Vrienten (bass), Georgy Patrick (Drums) dan Jelte Tuinstra (Keys), band indie Valerius sukses membuat para penonton cewek histeris. Setelah beberapa lagu, Valerius pun akhirnya balik ke backstage, namun, teriakan para penonton membuat kelima anggota band muncul kembali dan menyanyikan hits single mereka “She doesn’t know”.

Valerius at LA Main Stage

Kay Nambiar – Valerius

Jesse – Valerius

Jelte – Valerius

Penyanyi dan pencipta lagu asal Bandung yang sedang naik daun, Tulus, membawa para penonton dalam lantunan musik dengan suara khasnya. Di atas Wonderful Indonesia Stage, Tulus menyanyikan “Diorama”,   dan disambung dengan”Satu yang tak bisa lepas” aslinya dibawakan oleh Reza Artamevia. Rock N Roll Mafia akhirnya beraksi di panggung Wonderful Indonesia setelah jeda satu jam dari Tulus. Grup elektronik asal Bandung ini dalam kurun waktu sepuluh tahun telah ngeluarin banyak single.
Dari luar negeri, Java Soulnation Fest juga mengahadirkan Hercules and Love Affair, Bone Thugs-N-Harmony and TEED (Totally Enormous Extinct Dinosaurs). Atmosfir LA LIGHTS Main Stage dapat dipastikan berubah karena Hercules and Love Affair berhasil menghibur penonton dengan musik disko mereka yang sangat kental. Balik ke Indosat Stage, tidak kalah ramai, band hip hip asal Cleverland, Ohio, Bone Thugs-N-Harmony yang beranggota  Layzie Bone, Flesh-n-Bone dan Wish Bone menarik para penonton dengan hits single mereka “Crossroads”, “Family Tree”, “Days of Our Lives” dan membawa semua untuk bernostalgia. Mereka juga memanggil para penonton wanita untuk menaiki panggung dan ikut berdansa, dan dengan sangat mengherankan mereka memutarkan lagu populer “Oppa Gangnam” Style!  Bone Thugs-N-Harmony pun lalu membuat tribut untuk Tupac Shakur (2Pac), Notorious B.IG and Eazy-E .  Singkat saja, malam itu bagaikan harmoni dimana penonton ikut bernyanyi, bergoyang dan bersenang-senang seperti di pesta.

 

Bone Thugs & Harmony

Setelah Ron, ada Bubugiri yang hadir di Tebs Stage. Duo akustik yang menampilkan Bubu (vocal) dan Giri (gitar) sekali lagi memeriahkan panggung dengan membawakan musik jazz pop ala Bubugiri. Lalu, Bubu memperlihatkan kemampuan ber beatbox, sedangkan Giri nge-rap beberapa lagu. Giri juga sempat ber-beatbox di lagunya The Killers “Mr. Brightside dan ada pula penampilan spesial dari Billy BdaBX yang ber beatbox dengan gayanya sendiri. Di bagian akhir, penonton diajak bernostalgia dengan lagu-lagu Michael Jackson  yang dibawa secara medley “One Day in Your Life” disambung dengan “Heal the World’, “Billy Jean” dan ditutup dengan improvisasi tidak kalah keren lagu “Black and White”.
Tidak hanya Ron dan Bubugiri yang meramaikan Tebs Stage, karena setelah itu ada penampilan dari band Easy Tiger. Band beraliran pop punk dan indie rock ini ternyata sudah mempunyai banyak penggemar.  Lagu demi lagu seperti “Hanya Kau Yang Bisa”, “Kau Milikku” hingga singel perdana mereka “Paint This Town” meluncur jadi senjata utama mereka untuk menghipnotis para penonton, terutama remaja. Di waktu yang sama, ada special show dari band asal Amerika yang dibentuk tahun 2001, siapa lagi kalu bukan Scissor Sisters!

Easy Tiger

Scissors Sisters’s Press Conference

Sebelum Scissors Sisters tampil, di LA Main Stage juga ada special performance yang membuat para penonton ber-disco ria. they are Hercules & Love Affair! Grup asal New York ini berhasil menggoyang audience dengan lagunya “Love Take Me Higher”.

Hercules & Love Affair – LA Main Stage

The crowded of “Love Takes Me Higher”

Dan Akhirnya, gue singgah ke Indosat Stage untuk yang terakhir kali menunggu penampilan Bayu Risa yang telah ikut bernyanyi sepanggung dengan Stereocase di awal JSF sabtu lalu. Bayu Risa, dulu dikenal sebagai salah satu personil kelompok R&B, Pasto. Namu sekarang Bayu Risa dikenal sebagai penyanyi beraliran electro pop sejak album perdananya “Rise and Start Again”.  Aksi panngung Bayu Risa tidak kalah heboh dengan aksi artis-artis maupun lokal dan internasional. Para DJs yang mengiringinya dengan sentuhan sound elektronik dari berbagai jenis musik dance, seperti drum n’ bass, house, disco hingga techno.

Kebayang kan suasana heboh di hari kedua Java Soulnation 2012 dan malam minggu, Warga Kampus! (Ika Y & Marsya/RBL)