Detail Mengerikan Terungkap dalam Persidangan Penyanyi D4vd atas Kasus Pembunuhan Remaja

Informasi mengejutkan muncul melalui dokumen pengadilan yang dirilis pada hari Rabu saat penyanyi D4vd hadir di hadapan hakim. Dokumen tersebut memaparkan rincian mengerikan mengenai kasus pembunuhan remaja berusia 14 tahun bernama Celeste Rivas Hernandez. D4vd, yang memiliki nama asli David Anthony Burke, kini menghadapi serangkaian dakwaan berat mulai dari pembunuhan tingkat pertama, tindakan seksual ilegal terhadap anak di bawah umur, hingga mutilasi jenazah. Meskipun bukti-bukti yang diajukan jaksa terlihat sangat memberatkan, penyanyi berusia 21 tahun ini telah menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan tersebut dalam sidang awal bulan ini.

Berdasarkan berkas hukum dari pihak kejaksaan, D4vd diketahui sebagai orang terakhir yang mengoperasikan mobil Tesla miliknya sebelum ditemukan potongan tubuh korban di dalam kendaraan tersebut pada September 2025. Penyelidik melaporkan bahwa ia terlihat mengendarai mobil itu pada akhir Juli, tepat sebelum ia meninggalkan Los Angeles untuk memulai tur musiknya. Selain itu, jaksa menemukan bukti transaksi digital yang menunjukkan bahwa D4vd menggunakan nama samaran untuk memesan dua gergaji mesin, kantong mayat, dan kolam tiup melalui Amazon. Hal yang paling memilukan adalah pernyataan penyelidik yang menemukan fragmen material dari kolam tersebut tertinggal pada luka-luka di tubuh korban.

Kejaksaan juga melacak pergerakan D4vd yang menunjukkan ia sempat mendatangi lokasi di Santa Barbara County beberapa kali, termasuk pada malam terjadinya pembunuhan. Di area yang sama, seorang pekerja jalan raya menemukan kartu paspor milik korban yang dibuang begitu saja. Menanggapi kebrutalan kasus ini, Kepala Polisi Los Angeles Jim McDonnell menegaskan bahwa pihaknya bekerja keras untuk menjaga integritas bukti hingga persidangan tiba, sembari mengingatkan masyarakat agar tidak memandang tragedi ini sebagai bahan hiburan semata karena ada nyawa yang hilang secara brutal.

Dalam perkembangan terbaru di sidang hari Kamis, beban kasus ini semakin bertambah setelah jaksa menemukan lebih dari 40 terabyte data ilegal di berbagai perangkat elektronik milik D4vd, termasuk materi pelecehan seksual anak di bawah umur. Sementara itu, laporan autopsi mengonfirmasi bahwa Celeste meninggal akibat luka tusukan yang parah dan terdapat kandungan obat-obatan tertentu di dalam tubuhnya. Mantan jaksa federal Neama Rahmani memprediksi bahwa tim pengacara D4vd akan mencoba membangun argumen bahwa kematian korban adalah akibat overdosis yang tidak disengaja, dan tindakan mutilasi dilakukan semata-mata karena pelaku panik, demi menghindari hukuman pembunuhan yang jauh lebih berat. Sidang pendahuluan untuk menentukan kelanjutan kasus ini dijadwalkan akan berlangsung pada 26 Mei mendatang.