Demi Memutus Rantai COVID-19, WHO Mengganti Istilah Social Distancing menjadi Physical Distancing

RadioBudiLuhur.com – Warga kampus, saat ini COVID-19 atau wabah corona adalah pandemik yang merupakan isu global. Hampir seluruh negara didunia terkena dampaknya, baik sosial, ekonomi dan sebagainya. Hal tersebut dibutuhkan langkah yang konkrit dan cekatan agar penyebaran virus tidak terjadi secara cepat guna menurunkan kasus positif pasien yang terpapar COVID-19.

World Health Organization atau WHO yang sebelumnya menghimbau untuk melakukan Social Distancing baru – baru ini menggantikannya dengan istilah Physical Distancing. Langkah ini dibuat dengan melihatnya istilah physical distancing merupakan hal yang lebih tepat dilakukan.

Istilah Social Distancing
Istilah social distancing diganti menjadi physical distancing meskipun isi himbauan tetap sama. Menurut Dr. Maria Van Kerkhove dari WHO melihat bahwa tetap menjaga untuk menjauhi kontak fisik sangatlah penting namun bukan berarti harus terdiskoneksi dari orang – orang penting dikehidupan kita.

Sumber: CNNInternational

Dari pernyataannya di konferensi digital WHO yaitu, “Kami mengubah menjadi menjaga jarak fisik sebab kami ingin orang-orang tetap terhubung. Sehingga, temukan cara untuk melakukan itu, temukan cara-cara melalui internet dan melalui berbagai media sosial untuk tetap terhubung karena kesehatan mental Anda sama pentingnya dengan kesehatan fisik Anda.

Physical Distancing
Physical distancing atau menjauhi kontak fisik menurut Dr. Maria Van Kerkhove adalah langkah untuk mencegah virus agar tidak saling berpindah. Himbauannya masih tetap sama yaitu tetap berada di rumah kecuali ada hal yang memaksa keluar, seperti melakukan perbelanjaan. Kemudian, saat ditempat umum dihimbau untuk menjaga jarak setidaknya 2 meter dengan orang lain.

Sumber: ANTARA/Dokumentasi Kemenhub

Membatasi kontak fisik juga mencegah agar virus tidak menjadikan kamu sebagai pembawa virus kepada orang lain.

Himbauan Tetap Dirumah
Tagar #Dirumahaja sedang ramai disosial media Indonesia, bukan hanya itu namun diluar negeri tagar ini juga dipakai dengan #Stayathome. Warga kampus himbauan physically distancing dari WHO harus kita implementasi dengan baik dengan tetap dirumah. Meskipun orang tua lebih rentan pada COVID-19, namun kita sebagai anak muda harus berperan untuk memutus rantainya dengan tetap dirumah. Sebab COVID-19 dapat menginfeksi orang tanpa orang tersebut merasakan gejalanya, namun dapat menjadi pembawa virus ke orang lain.

Oleh sebab itu mari kita #dirumahaja dan socially connected dengan teman – teman melalui platform digital.

Maya Ayesha
Follow me

Maya Ayesha

Veteran directioner yang dengerin musik - musik joe hisaishi, dan suka bahasa - bahasa penjajah (Jepang & Spanyol)