RadioBudiLuhur.com – Pada hari minggu lalu (19/2/2019) debat calon presiden Republik Indonesia sukses
dilaksanakan di Golden Ballroom, The Sultan Hotel Indira Puliraja. Pada debat putaran kedua ini,
memiliki tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Debat dibagi
menjadi 6 sesi, dengan sesi pertama pemaparan visi dan misi. Dari argumen – argumen yang
dilontarkan oleh kedua capres serta peristiwa didalam keberlangsungannya, membuat media tengah
diwarnai dengan pemberitaan tersebut.

Dirangkum dari sebagian media digital maupun cetak, berikut merupakan hal – hal yang
mewarnai media mengenai debat capres putaran kedua. Hal yang sangat heboh mengenai pelaksaan
debat tersebut adalah ledakan yang terjadi didaerah Senayan, dekat dengan lokasi nobar para calon
pemilih. Tepatnya, di Parkir Timur, Gelora Bung Karno. Saat ini ledakan tersebut masih diselidiki oleh
pihak kepolisian mengenai siapa dibalik kejadian tersebut. Namun, berdasarkan dari tim penjinak
bom, ledakan tersebut merupakan petasan melainkan bom.

Selain, hal tersebut yang mewarnai media berita ataupun media sosial adalah argumen –
argumen yang dilontarkan oleh kedua capres. Di media berita seperti The Jakarta Post harian 19
Februari 2019, terdapat artikel yang mengkritik kedua capres hampir tidak menyentuh permukaan
dari tema yang diberikan. Pendapat tersebut berdasarkan pada suara pengamat seperti Fabby
Tumiwa, seorang ahli energi yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Institute for Essential
Service Reform (IESR). Kritik tersebut atas dasar kedua capres dianggap gagal dalam memaparkan
argumennya di hal penting seperti, energi terbarukan, perubahan iklim, dan pembangunan
Pada debat tersebut, kedua calon presiden secara bersama memberikan banyak data untuk
argumen yang mereka sajikan. Begitu banyaknya data yang dipaparkan tidak sesuai semestinya,
banyak media – media yang menyajikan harian beritanya dengan perbandingan pernyataan kedua
capres dengan data yang ada.

Salah satu argumen Bapak Joko Widodo direspon langsung pada malam itu oleh organisasi
non profit internasional, Green Peace melalui akun resmi Instagramnya. Hal tersebut pun, banyak
yang menyebarkannya kembali di akun pribadi para pengguna Instagram. Capres urutan pertama
tersebut memberikan pernyataan bahwa, “Dalam 3 tahun terakhir tidak ada kebakaran hutan dan
lahan di Indonesia.” Padahal menurut data Kementerian Hutan dan Lingkungan Hidup, terdapat
ratusan kebakaran yang terjadi sekitar Indonesia dari 2016-2018 meski jumlah kebakaran dalam
beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.

Selain hal tersebut, Unicorn tengah ramai diperbincangkan. Unicorn yang dimaksud
bukanlah makhluk imajinasi berwarna-warni ataupun memiliki tanduk spiral dikepala. Unicorn disini
adalah perusahaan start up yang sudah memiliki valuasi nilai minimal US$ 1 miliar. Unicorn
Indonesia saat ini, yaitu Gojek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Alasan dibalik ramainya pembicaraan mengenai Unicorn yang berhubungan dengan debat
putaran kedua, yaitu pertanyaan yang dilontarkan oleh Bapak Jokowi kepada Prabowo.

Pertanyaan yang membingungkan itu yakni, Infrastruktur apa yang akan Bapak bangun untuk mendukung
perkembangan unicorn Indonesia? tanya Jokowi.

Itu dia warga kampus, yang banyak media beritakan setelah debat putaran kedua lalu.
Namun, meski begitu siapapun pilihanmu jangan lupa kita tetap satu Indonesia!