107.7 FM Radio Budi Luhur Logo Mini

POP CULTURE

Marvel’s Wolverine Game Bagus Yang Penuh Kritik

Marvel’s Wolverine Game Bagus Yang Penuh Kritik

Marvel’s Wolverine akhirnya resmi dirilis untuk PlayStation 5 pada 15 September 2026. Game besutan Insomniac Games ini menjadi salah satu proyek Marvel yang paling dinantikan setelah kesuksesan seri Marvel’s Spider-Man. Namun, perjalanan menuju perilisannya tidak sepenuhnya mulus. Bahkan sebelum dirilis, Marvel’s Wolverine sudah menghadapi kritik dan reaksi negatif dari sebagian pemain setelah sejumlah gameplay diperlihatkan ke publik.

Salah satu daya tarik utama Marvel’s Wolverine adalah bagaimana Insomniac menerjemahkan karakter Logan ke dalam gameplay. Wolverine menggunakan cakar adamantium untuk bertarung dalam pertarungan jarak dekat yang brutal dan penuh darah. Beberapa ulasan menilai sistem pertarungannya terasa responsif dan mampu memberikan sensasi menjadi Wolverine. Namun, kritik juga muncul karena pola pertarungannya dianggap repetitif.

IGN memberikan skor 6/10, dengan kritik yang berfokus pada pengalaman bermain yang dianggap belum maksimal. Salah satu persoalan yang banyak muncul dalam berbagai review adalah struktur game yang sangat linear. Berbeda dengan Marvel’s Spider-Man yang memberikan pemain kebebasan menjelajahi kota secara luas, Marvel’s Wolverine lebih mengarahkan pemain melalui chapter dan rangkaian misi yang telah ditentukan. Pendekatan tersebut membuat pengalaman terasa lebih terkontrol, tetapi juga membatasi eksplorasi.

Kritik serupa datang dari GamesRadar+ yang memberikan 3/5. Media tersebut menilai game ini memiliki sejumlah bagian menarik, tetapi merasa pengalaman keseluruhannya belum memiliki “X-Factor” yang membuat sebuah game Insomniac benar-benar menonjol. GamesRadar+ menyoroti area permainan yang relatif linear, eksplorasi yang dangkal, serta combat yang mendominasi sebagian besar permainan.

Terlepas dari berbagai kritik tersebut, Marvel’s Wolverine tidak dapat disebut sebagai game yang sepenuhnya gagal. Sejumlah ulasan justru menggambarkannya sebagai game yang menyenangkan, memiliki visual kuat, cerita yang menarik, serta berhasil menangkap sisi brutal karakter Wolverine.

Pada akhirnya, Marvel’s Wolverine menjadi contoh bahwa game dengan produksi besar dan karakter populer tidak otomatis terbebas dari kritik. Insomniac berhasil menghadirkan Wolverine dengan visual, cerita, dan pertarungan yang sesuai dengan karakter Logan, tetapi sejumlah keputusan desain membuat pengalaman tersebut terasa belum sempurna bagi sebagian reviewer.

Share this:

Bagikan Artikel Ini

Salin tautan di bawah ini untuk membagikan kepada teman-teman kampusmu:

Related