www.radiobudiluhur.com – Surat edaran terkait pembatasan penggunaan alat pengeras suara atau speaker yang dikeluarkan oleh Syekh Abullatif bin Abdulaziz Al Sheikh selaku Menteri Urusan Islam Arab Saudi menjadi topik hangat yang diperbincangkan di media sosial belakangan ini. Surat edaran ini dibuat berdasarkan  pada Syariah Nabi Muhammad, artinya bahwa semua umat hanya berdoa kepada Allah, sehingga seharusnya tak ada orang yang dirugikan. Selain itu, dalam surat edaran dikatakan bahwa suara imam sebaiknya hanya terdengar jelas oleh orang yang berada di dalam masjid, sehingga suara imam tidak perlu terdengar hingga ke rumah-rumah di sekitar masjid.

Al-Sheikh beranggapan ada risiko penghinaan Alquran ketika ayat-ayatnya dibacakan, sedangkan orang lain tak mendengarkan. Dari media lokal Arab Saudi yakni Saudi Gazette, melaporkan bahwa Al-Sheikh mengadopsi aturan ini setelah kementeriannya memantau penggunaan pengeras suara di berbagai masjid yang sering dipakai untuk mengumandangkan doa. Menurut kementerian, kebisingan dari pengeras suara bisa mengganggu orang tua, pasien, dan anak-anak yang tinggal di rumah-rumah di sekitar masjid.

Adanya interupsi yang sering terjadi di tengah pembacaan doa sehingga membuat orang yang sedang mendengerkan kebingungan. Sanksi keras telah disiapkan oleh pihak Kementerian bagi siapapun yang melanggar aturan ini. Sebagaimana dilaporkan Saudi Gazette, edaran ini juga sesuai dengan fatwa dari Sheikh Muhammad Bin Saleh Al-Othaimeen bahwa pengeras suara seharusnya tak digunakan kecuali untuk azan dan ikamah. Selain itu, pembatasan serupa juga sudah dikeluarkan oleh Dewan Ulama Senior Arab Saudi.

Sumber : cnnindonesia, kompas