www.radiobudiluhur.com – Pandemi terlihat seperti suatu hal yang kian memperburuk keadaan, membuat beberpa perusahaan harus menggulung tikar karena banyaknya perubahan kebijakan. Kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah pun juga membatasi interaksi kita dalam kegiatan sehari-hari. Maka tak jarang perusahaan harus tutup atau berhenti beroprasi. Namun berbeda dengan perusahaan yang menyediakan jasa meeting secara virtual. Dikala pandemi yang mengharuskan setiap aktivitas dilakukan dari rumah tentunya akan menguntungkan perusahaan penyedia jasa pertemuan secara virtual, seperti ‘Aplikasi Zoom’.

Pandemi Covid-19 menjadikan ‘Aplikasi Zoom’ mampu mencatat pendapatan 326 persen menjadi USD 2,6 miliar pada tahun 2020. Sedangkan laba awalnya di tahun 2019 hanya berkisar USD 21,7 juta dan laba bersih melonjak hingga mencapai USD 671 juta atau setara dengan Rp9,5 triliun di tahun 2020.

Hal yang sama juga diungkapkan bahwa per 1 Maret 2021 saham Zoom melonjak dengan naik 0,6 persen sehingga menjadi USD 452. Pencapaian yang didapatkan oleh ‘Aplikasi Zoom’ merupakan prediksi pendapatan tahunan yang melebihi perkiraan analisis dari eksistensinya layanan video meeting.

CEO dari ‘Aplikasi Zoom’ sendiri, Eric Yuan, mengatakan bahwa pendapatan perusahaan dalam tiga bulan terkahir di tahun 2020 naik hingga mencapai 370 persen dibandingkan dengan periode 2019 yang mencapai USD 882,5 juta.

Perusahaan yang terletak di San Jose, California, Amerika Serikat ini memperkirakan pendapatan di tahun ini akan meningkat kembali hingga 40 persen menjadi USD 3,7 miliar atau setara dengan Rp51.8 triliun. Manajemen dari perusahaan Zoom sendiri mengaku bahwa dibalik laris manisnya bisnis ini diakibatkan oleh pandemi yang membuat trending bekerja dari rumah.

Selain itu juga ‘Aplikasi Zoom’ berhasil mencatat jumlah rekor peserta rapat harian. Jika melihat kembali di tahun 2020 pun, ‘Aplikasi Zoom’ berada diurutan kelima yang menjadi aplikasi yang banyak diunduh di tahun 2020 berdasarkan apptopia.

Meskipun begitu, para penanam saham tetap merasa khawatir mengenai kemungkinan yang besar apabila ‘Aplikasi Zoom’ tidak bisa kembali mencapai keuntungan yang sama ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah ditiadakan.

Source :

Id.berita.yahoo.com