Peneror Yang Ingin Eksis

Radiobudiluhur.com – Jakarta, 6 Januari 2017. Popularitas memang menjadi hal yang selalu ingin di dapatkan oleh setiap orang, banyak cara yang bisa dilakukan oleh seseorang yang ingin “eksis” di dunia maya. Sama halnya yang dilakukan oleh seorang pria pekerja swasta yang ingin terkenal di dunia maya, dia melakukan aksi terror bom palsu kepada salah satu stasiun TV swasta.

Tersangka ingin meledakan sebuah bom di salah satu stasiun TV swasta yaiu DAAI TV yang awalnya pelaku hanya berbuat iseng dan hanya ingin memperoleh popularitas di dunia maya, “Saya memilih acak saja memilih stasiun televisi yang hendak diancam. Saya menyesal, Pak, saya minta maaf dan postingan saya di Facebook tidak ada hubungan dengan organisasi ISIS,” kata Willian, di Mapolres Jakarta Utara, Jumat (6/1).

Dikatakan Willian megupload terror bom lewat Facebook dirumahnya sehabis ia pulang kerja, “Lagi buka Facebook lihat ada akunnya DAAI TV. Saya coba kirim pesan begituan (teror) Pak. Tak ada niat, enggak ada bom, saya bukan ISIS. Cuma mau lihat saja, komentar orang-orang gimana ketika saya ngirim pesan begituan,” ucapnya sambil menangis.

Kapolres Jakarta Utara, Kombes M. Awal Chairuddin, mengatakan dari hasil pemeriksaan digital forensik, tersangka tidak terkait jaringan teroris. Ancaman teror tersebut dikirim tersangka melalui handphonenya lewat akun Facebooknya, pada 2 Januari 2017.

Selain DAMAI TV, tersangka juga pernah meneror akan meledakkan stasiun televisi Trans7, pada 31 Oktober 2015 lalu lewat twitter miliknya yang menciutkan ke admin twitter @TRANS7 dengan sebuah foto dalam program Game show.

Selanjutnya meneror DAAI TV lewat Facebook di acara Refleksi DAAI TV, pada 2 Januari 2017. Dalam postingannya, tersangka menulis I LOVE ISIS, Kami telah beri kejutan di 5 titik gedung DAAI TV. Hitungan 10 menit mulai dari sekarang dipostingnya pukul;12.50 WIB. Kemudian ancaman berikutnya Bom akan meledak di postingan pada pukul 12.53 WIB.

Ataa perbuatannya, Willian dijerat tindak pidana pengancaman‎ melalui media informasi, dan transaksi elektronik, di Pasal 27 Atay 4 UU nomor 19 tahun 2016, perubahan UU nomor 11 tahun 2008 (UU ITE) dan atau pasal 29 UU ITE Juncto di Pasal 336 KUHPidana. Dengan ancaman diatas lima tahun penjara. (ilham)

Sumber : http://poskotanews.com/2017/01/06/peneror-stasiun-tv-ini-mengaku-ingin-terkenal/
Article by : Fachry Aji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *