Pembinaan Loyo, Indonesia Terancam Kehilangan Atlet

Anggota Komisi X DPR RI yang membidangi OLahraga, Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata Moreno Soeprapto, mengingatkan pemerintah soal pembinaan atlet dari berbagai cabang olahraga. Jangan sampai atlet potensial Indonesia akhirnya dibeli oleh Negara lain.

“Sekarang yang perlu diperhatikan integritas bangsa itu, khususnya atlet, harus diperhatikan. Jangan sampai dibeli oleh Negara lain,” tegas Moreno, Minggu 15 Maret 2015 pada wartawan okezone.com

Ia meneliti banyaknya atlet yang sejak lama terus menerus dibeli negara lain. Uang hingga berbagai fasilitas jadi alas an para atlet itu mau membela Negara lain dalam kejuaraan olahraga Internasional.

“Dulu waktu saya masih aktif sebagai pembalap, saya mau dibeli 40 juta dolar AS atau setara 600 Miliar oleh pihak asing untuk dapat berlaga di Formula 1 asal memperkuat negara lain. Tapi buat apa? Karena kita kerja keras untuk mengibarkan Merah Putih, akhirnya saya abaiukan tawaran itu.” Ujar Moreno.

Mantan pembalap nasional itu menilai, potensi atlet berbakat di semua Cabang Olahraga (Cabor) bertebaran dipelosok tanah air. Yang terpenting, untuk meningkatkan kualitas para atlet tersebut adalah ketersediaan sarana dan prasarana.

Andil pemerintah dalam persoalan ini pun cukup besar karena para atlet tersebut tidak mendapat perhatian yang layak. Sehingga banyak atlet berprestasi tapi mereka justru mengharumkan Negara lain, bukan Indonesia.

Kini setelah duduk di DPR RI, Moreno mengaku ingin memperjuangkan atlet dan dunia olahraga Indonesia, khususnya dari segi pembinaan. Sebab berbagai aturan soal pembinaan atlet sudah ada. Tapi hal itu belum dijalankan secara optimal.

Ia ingin pemerintah jelio melihat calon-calon atlet hebat Indonesia di masa depan. “Jangan tunggu juara dulu baru diambil. Ya minimal kita cari, dari pembinaan itu siapa yang menonjol disupport setiap cabor, bos,” katanya.

Artikel By, Yunita Rafika Dewi