“Peek-a-boo dengan si tukang gosip di kantor”

Radiobudiluhur.com – “Tau ga sih kemaren si bos”, “ih sebenernya dia tuh suka..” tanpa disadari gosip sudah menjadi bagian dari kehidupan warga kampus. Entah gosipin artis sampai teman atau rekan sendiri, tapi tau ga sih kalo sebenernya itu bahaya dilakuin dikantor? terutama gosipin rekan atau malah bos.

Selain berbahaya untuk karir warga kampus, gosip juga bahaya buat orang percaya sama warga kampus. Radio Budi Luhur punya saran nih gimana caranya ngehindarin para ‘gossipers’ di kantor, check this out!

  1. At Least I’ll Have My Health, I’m Trying To Control Myself

Memang sebelum membenarkan yang lain, warga kampus harus introspeksi diri terlebih dahulu. Makanya nih warga kampus harus mulai untuk tidak bergosip tentang orang lain, mau orang yang dibicarakan satu kantor atau tidak tetap jangan ya! Dengan self control biar ga gossip ada keuntungannya juga loh. Mulai terhindar dari kehilangan kepercayaan, respect hingga .

Caranya gimana sih biar teralihkan dari yang namanya gossip? ayo fokus sama yang lain! Masih ada 1001 topik lain yang bisa diomongin kok selain orang lain. Musik, buku, film, olahraga dan masih banyak lagi udah gitu ada keuntungannya loh. Selain energi positif disekitar warga kampus, bisa tahu deh kesukaan orang lain. Siapa tahu bisa jadi referensi kado atau malah jadi tuker-tukeran informasi terbaru, belum lagi kalau rekan warga kampus kenal orang yang bisa kasih akses kehal favorit.

 

  1. “Baby This Is Getting Serious, Something In The Night Is Dangerous”

Lagi asik ngobrol tiba-tiba aja rekan curhat soal bos, tapi kok ujung-ujungnya jadi ngegosipin bos sama yang lain ya? warga kampus perlu hati-hati nih. Hal ini bahaya banget, tau ga sih kalo ada pegawai yang gosipin bos, entah gimana caranya bos bakal tahu! hii bisa-bisa karir warga kampus terancam.

Kalau yang memulai teman warga kampus lebih baik pergi dengan alasan tertentu, tapi jangan terlihat mencurigakan. Memang berbohong itu tidak baik, tetapi daripada terjerat hal yang tidak mengenakkan seperti itu kadang opsi itu harus dipilih. Tapi kalau warga kampus merasa tidak nyaman dengan bos jangan pernah curhat keteman sekantor, lebih baik cerita pada keluarga atau teman yang tidak sekantor.

 

  1. “If You Let Me, I Could Be Your Good Friend”

Warga kampus harus pintar-pintar yang namanya mencari teman baik. Setelah berbulan-bulan bekerja pasti udah tau dong karakter rekan kerja warga kampus. Tetapi  mempunyai teman dengan pribadi yang baik tidak juga cukup, warga kampus juga perlu membuat hubungan baik dengan rekan kerja dan atasan.

Hal ini wajib loh warga kampus lakukan. Dengan menciptakan hubungan yang baik dengan rekan kerja dan atasan, akan membuat warga kampus mendapat beberapa keuntungan. Contohnya terhindar jadi bahan gosip, memperluas koneksi, mendapat kepercayaan dan masih banyak lagi.

 

  1. “Friends Share Secrets. That Is What Keep Us Close”

Warga kampus sudah terlanjur curhat kerekan kerja? lebih baik dikurangi ya intensitas curhatnya, terutama hal yang sifatnya terlalu pribadi dan dibicarakan ke tempat kerja. Kenapa sih? soalnya warga kampus ga akan tau kemana aja  curhatan itu bakal tersebar.

Memang sih bagus kalau akrab dengan rekan kerja, tapi tanpa disadari dunia kerja itu adalah area kompetisi. Selain itu kalau terlalu sering cuhrat soal pribadi, bisa-bisa warga kampus yang jadi sasaran gosip loh. Image warga kampus juga akan jadi jelek dan dianggap tidak bisa membedakan profesionalitas dan pribadi.

 

  1. “Strong Minds Discuss Ideas, Average Minds Discuss Events, Weak Minds Discuss People.”

Warga kampus terjebak dan secara tidak sengaja jadi mendengarkan keseluruhan gosip. Disaat seperti ini penting bagi warga kampus untuk menyaring informasi mana yang kira-kira benar, dan yang mana kira-kira ditambah-tambahkan. Bayangkan saja perasaan orang yang digosipi apalagi ternyata itu tidak benar, makanya ini penting untuk dilakukan.

Setelah itu warga kampus harus menganalisa situasi, mana orang yang menyulut pembicara, yang ikut menambah-nambahkan, si pasif, pokoknya semua orang yang berada disitu bisa warga kampus analisa. Dengan melakukan ini warga kampus akan tahu, mana yang harus ‘jaga jarak’ mana yang ‘harus didekati’, ini akan sangat berguna untuk kedepannya terutama kalau warga kampus jadi bos nanti. Warga kampus jadi akan cepat bisa menilai, mana orang yang bisa dipercaya dan loyal dan mana yang tidak.

 

  1. “I Have An Excellent Idea! Let’s Change The Subject!”

Warga kampus lagi asik makan siang bareng rekan kerja eh kok tiba-tiba gosipin rekan lain ya? ketika terlanjur terjebak, ada beberapa hal nih yang harus dilakukan. Pertama jangan langsung termakan informasi seperti nomor 5 .

Kedua mengganti topik pembicaraan secara halus. Perhatikan topik apa yang mereka bicarakan, lalu ganti perlahan topiknya. Kalau dibiarkan bisa-bisa warga kampus akan kena getahnya juga, kalau terjadi apa-apa. Selain menyelamatkan karier, warga kampus juga menyelamatkan orang yang digosipkan. Ingat belum tentu kan yang mereka katakan itu benar, yuk pikirkan perasaan orang yang digosipin.

 

  1. “Can’t Read My, Can’t Read My, No He Can’t Read My Poker Face”

Warga kampus sudah terjebak nih dan tiba-tiba aja rekan menanyakan opini warga kampus dan yang lain. Nah jurus bersembunyi perlu dilakukan nih, warga kampus bisa menjadi orang pasif dan observatif seperti nomor 5. Atau kalau mau warga kampus bisa tidak merespon dengan jawaban yang langsung mengakhiri pembicaraan, namun tetap sopan.

Misalnya “gatau ya gw ga terlalu tau sih” atau “gw gatau kalo soal gitu” bisa warga kampus lakukan. Selain itu jangan pernah berekspresi seakan tertarik dengan topik, itu sama saja warga kampus terlibat dengan gosip tersebut walau warga kampus tidak berbicara. Jaga ekspresi warga kampus dan sibukkan diri dengan hal lain entah itu makanan atau sekedar scrolling HP, walau warga kampus ikut mendengar. Tapi jangan lupa disaring ya, antara mana yang benar dan mana yang sudah diberi ‘MSG

Sarahwinanti Pratiwi Rachmani

Sarahwinanti Pratiwi Rachmani

Mahasiswa at Budi Luhur
Just a random teenage girl who love to read, writing, dancing, eat and have big desire in traveling
Sarahwinanti Pratiwi Rachmani

Latest posts by Sarahwinanti Pratiwi Rachmani (see all)

Sarahwinanti Pratiwi Rachmani

Just a random teenage girl who love to read, writing, dancing, eat and have big desire in traveling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *