HUT 40 Tahun Budi Luhur Dilaksanakan dengan Meriah dan Memukau

RadioBudiLuhur.com – Halo Warga Kampus, pada tanggal 1 April lalu baru saja dilaksanakan perayaan ulang tahun Yayasan Budi Luhur Cakti yang ke 40 nih. Dalam merayakan hari bertambahnya umur Budi Luhur, terdapat beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan sebelum hari acara utamanya. Sebulan sebelum
acara utama yang digelar secara mewah dan meriah, yaitu bakti sosial pada 9 Februari 2019 lalu. Bakti sosial tersebut berupa pemeriksaan kesehatan dan terapi kesehatan tradisional. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kec. Jatinom, Kab. Klaten, Jawa Tengah.

Selain itu, tak kalah menarik Universitas Budi Luhur yang dibawah naungan Budi Luhur Cakti memberikan kesempatan bagi warga sekitar yang ingin melanjutkan pendidikan tingkat tinggi. Melalui program pembebasan Biaya Investas Pendidikan (BIP)/ uang gedung kepada warga sekitar Kecamatan Pesanggrahan dan Kecamatan Ciledug. Program ini berlangsung selama satu bulan, yaitu 30 Maret 2019 hingga 30 April 2019.

Rangkaian acara yang dilaksanakan bukan terbatas untuk orang luar saja, namun Budi Luhur juga tidak melupakan Civitas Akademiknya yang berasal dari beberapa cabang unit pendidikan. Maka dari itu diadakannya lomba olahraga, yang terdiri dari tenis meja, bulutangkis dan beberapa bidang olahraga lainnya. Selain itu, terdapat pula innovation challenge yang diadakan di civitas akademik tingkat Universitas.

Setelah semua rangkaian acara tersebut, dilaksanakannya perayaan ulang tahun ke 40 Budi Luhur pada 1 April lalu di Auditorium, Universitas Budi Luhur. Perayaannya diadakan dengan meriah dan mewah. Jalan menuju pintu masuk Auditorium digelar karpet merah dan dihiasi beberapa rangkaian bunga ucapan selamat. Rangkaian bunga tersebut bahkan ada yang berasal dari Wakil Presiden RI, Bapak Jusuf Kalla, dan Bapak Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta.

Baik didalam maupun diluar Auditorium penuh diduduki oleh civitas akademik yang berasal dari cabang – cabang unit pendidikan Yayasan Budi Luhur Cakti. Begitu masuk kedalam gedung Auditorium langsung melihat instalasi panggung dari kejauhan yang didesain layaknya taman dibagian kanan dan kirinya. Sebagai pembuka agenda acara utama, yaitu penandatanganan gedung Auditorium setelah direnovasi oleh Bapak Djaetun selaku pendiri Yayasan.

Door Prize pun turut hadir yang terdiri dari berbagai macam kategori dam membuat debar hati para tamu undangan hari itu. Namun yang tidak kalah menarik adalah pengundian Door Prize dengan cara yang sudah tidak konvensional lagi, melainkan dengan aplikasi. Aplikasi tersebut dibuat oleh tim IT Universitas Budi Luhur.

Agenda dari acara utamanya juga pastinya menampilkan beberapa pertunjukkan seni. Persatuan mahasiswa Toraja yang berasal dari berbagai macam jurusan di Universitas Budi Luhur memamerkan budayanya. Mereka menari dengan pakaian adat dan beberapa properti daerah seperti rumah Toraja dan sebagainya. Tak kalah menarik selagi mereka menari terdapat monolog yang menceritakan alur cerita tarian mereka. Kemudian instalasi panggung digital yang menayangkan indahnya Tanah Toraja dibelakang mereka selagi menari.

Setelah itu terdapat penampilan dari Gema Luhur Choir, yaitu paduan suara mahasiswa – mahasiswi Universitas Budi Luhur. Seraya mereka menyanyi dengan lagu – lagu daerah seisi ruangan di manjakan, dan dipukau oleh kemerduan suara yang bergema. Seorang siswa dan siswi SD Budi Luhur tidak ingin kalah menampilkan bakatnya. Mereka bernyanyi duo dengan berpakaian baju daerah dan menyanyikan dua lagu modern dengan sangat memukau.

Tak sampai disitu, didekat penghujung acara terdapat penampilan tari tradisional yang berasal dari berbagai macam daerah di Indonesia. Mulai dari Jakarta, Bali, Jawa, hingga Kalimantan dan Papua. Tarian tersebut ditampilkan oleh siswa – siswi SD Budi Luhur.

Hal yang paling memukau dan menyihir para tamu undangan adalah saat penampilan akhir yang disuguhkan dengan tari reog. Dengan ditemani tiga penari perempuan yang memakai baju layaknya Burung Merak yang memiliki motif cantik disayapnya, dan salah satu dari mereka terbang selagi menari dengan bantuan alat. Terlebih lagi instalasi panggung digital yang menayangkan langit malam dengan bulan purnama bulat dan terang. Hal tersebut melengkapi penampilan dan membuat tamu undangan seraya dibawa hanyut dalam cerita tarian.

Pada akhir – akhir agenda acara, yaitu beberapa mahasiswi Universitas Budi Luhur yang dibalut dengan kutu baru berjalan dengan elegan menuju panggung membawa Nasi Tumpeng. Mereka juga diiringi dengan sebagian siswa – siswi yang berasal dari berbagai macam jenjang Sekolah Budi Luhur. Kemudian, setelah Nasi Tumpeng diletakkan didepan Panggung dengan meja yang disediakan, para petinggi Yayasan Budi Luhur Cakti dipanggil untuk kedepan.

Akhirnya agenda acara siang itu ditutup dengan pemotongan tumpeng yang dipimpin oleh Bapak Djaetun dan diikuti oleh para petinggi lainnya. Setelah itu, sesi makan – makan dimulai dengan makanan yang melimpah dari Auditorium maupun dilapangan. Baik, mahasiswa maupun para tamu undangan dan warga kampus lainnya menikmati hidangan itu bersama.

Acara hari itu selesai dengan pelaksanaan Gala Dinner pada malamnya.

Follow me

Maya Ayesha

Mahasiswa at Budi Luhur
Veteran directioner yang dengerin musik - musik joe hisaishi, dan suka bahasa - bahasa penjajah (Jepang & Spanyol)
Maya Ayesha
Follow me

Maya Ayesha

Veteran directioner yang dengerin musik - musik joe hisaishi, dan suka bahasa - bahasa penjajah (Jepang & Spanyol)