RadioBudiLuhur.com – Warga kampus, Aya Anjani menuju akhir tahun hadir dengan EP (Extended Play) baru
“Tak Ada Yang Hilang.” Kali ini bercerita mengenai rangkuman perjalanan hidup pribadinya setahun ke belakang.
Tak Ada Yang Hilang diangkat dari lagu “Meredam,” dimana Aya cerita tentang kehilangan sosok yang menginspirasinya. Selain itu, sosok yang berpengaruh dihidupnya yaitu Sang Ayah, mendiang Yockie Suryo Prayogo (God Bless, Kantata Takwa). Disitu Aya bercerita bahwa tak ada yang hilang dengan begitu memperkuat Aya untuk fokus berkarir pada musiknya.

Jika warga kampus mendengarkan EP pertama Aya yang diisikan oleh lirik –lirik jenaka, kali ini EP Aya mengusung tema yang lebih dewasa dan personal. Baik dari lirik, musik, hingga pembuatan video klip. Seperti yang dinyatakan oleh Aya, “Proses pembuatan rilisan kali ini sungguh berbeda, kalau materi EP pertama itu kutulis dengan nuansa komik ‘serial cantik’, EP kali ini kutulis berdasarkan apa yang secara nyata kurasakan. Banyak hal yang digarap lebih personal dan reaktif, baik dari lirik, musik sampai penggarapan video klip.”

Petra Sihombing sebagai produser dan penata musik di EP kedua Aya terbilang sukses dalam menerjemahkan keinginan Aya. Terlebih lagi ia memperkuat karakter pada lagu – lagu yang ditulis oleh Aya. Bagi Warga Kampus yang belum mengenal Aya, dia merupakan musisi Indonesia yang terkenal dengan gaya bermusik Jepang era 80-an. EP Tak Ada Yang Hilang sendiri memiliki makna dan irama musik yang akan menilisik hati kamu.

Jadi, warga kampus tunggu apalagi yuk dengerin EP Tak Ada Yang Hilang di platform musik favoritmu

Follow me

Maya Ayesha

Mahasiswa at Budi Luhur
Veteran directioner yang dengerin musik - musik joe hisaishi, dan suka bahasa - bahasa penjajah (Jepang & Spanyol)
Maya Ayesha
Follow me