Giliran Kaum Perempuan Yang Bersuara Di Women’s March

Radiobudiluhur.com-Memperingati Hari Perempuan Internasional, ratusan masyarakat Indonesia turun kembali pada aksi Women’s March 2018. Women’s March di selenggarakan setiap tahunnya  pada 3 Maret bertempat di depan Hotel Sari Pan Pasific. Untuk pertama kalinya, aksi ini digelar di 12 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Denpasar, Kupang, Lampung, Malang, Pontianak, Salatiga, Serang, Sumba, Surabaya, Tondano, dan Jogjakarta.

 

Tau gak sih, Women’s March merupakan aksi dimana laki – laki dan wanita dari berbagai umur berjalan Bersama untuk medorong pemerintahan agar menghapus kekerasan berbasis gender dalam tingkat hokum dan kebijakan. Aksi ini juga menyuarakan tentang identitas gender dan orientasi seksual yang selama ini sering di permasalahkan oleh masyarakat seluruh dunia. Di tahun 2018 Women’s March mengambil tema #LawanBersama untuk menyuarakan tuntutan dan aspirasi yang hanya berpihak pada kaum perempuan.

Tak hanya itu, kaum perempuan juga menuntut tindakan mengenai maraknya pernikahan anak dibawah umur. Karna saat anak dibawah umur menikah, banyak organ didalam tubuhnya yang belum siap. Misalnya dalam proses hamil hingga melahirkan. Sementara untuk psikologi anak juga belum cukup untuk mengalami permasalahan rumah tangga hingga perceraian.

 

Terdapat 8 tuntutan pada Women’s March yang disampaikan oleh masyarakat yaitu, tuntutan menghapus kebijakan yang diskriminatif,  tuntutan untuk berbagai hokum dan kebijakan, tuntutan menyediakan keadilan bagi korban kekerasan, menghentikan intervebtasi negara terhadap tubuh, penghapusan diskriminasi berbasis gender, menghapus budaya kekerasan berbasis gender, menuntut pemerintah memenuhi hak atas upah layak, jaminan sosial, kebebasan berserikat dan hak reproduksi bagi seluruh perempuan pekerja dan tuntutan untuk menyelesaikan akar kekerasan berbasis gender.

 

Women’s March kali ini dihadiri oleh para aktivis hingga public figure mulai dari Hannah Al Rashid, Nino Fernandez hingga komika terkenal Arie Kriting. Mereka turun ke jalan Bersama masyarakat lainnya untuk ikut menyuarakan kesetaraan gender yang selama ini masih tabu di perbincangkan.

 

Selain itu aksi damai ini dimeriahkan oleh beberapa pertunjukan seni hingga masyarakat yang mengenakan atribut unik. Banyak masyarakat berharap agar dengan adanya aksi Women’s March membukakan mata para penegak hukum untuk tidak diskriminatif terhadap perempuan dan kaum minioritas lainnya.

 

Siti Anisah Nabilah

Siti Anisah Nabilah

Mahasiswa at Budi Luhur
"Penikmat oppa oppa korea saranghye"
Siti Anisah Nabilah

Siti Anisah Nabilah

"Penikmat oppa oppa korea saranghye"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *